Tuesday, December 13, 2011

Resiko Minum minuman Energi

Berhati-hatilah dalam memilih produk minuman berenergi. Dikarenakan terdapat kandungan kafein dalam minuman tersebut. Kafein yang terkandung dalam minuman berenergi jauh lebih tinggi dibandingkan dengan secangkir kopi. Selain hal itu apabila dicampurkan dengan minuman yang berakhohol, akan menimbulkan resiko yang lebih besar.
Minuman energi sangat bergam kandungan kefeinnya. Yakni antara 70 dan 200 miligram setiap 16 ons penyajiannya. Sebagai perbandingan, secangkir kopi 8 ons mengandung 40-150 mg kafein, tergantung bagaimana kopi itu diseduh. Padahal pada label kemasan tidak semua bahan-bahan yang terkandung dalam minuman itu dicantumkan. Seperti bahan-bahan herbal stimulan, asam amino taurin, serta ramuan, mineral, dan vitamin lainnya yang mungkin dapat berinteraksi dengan kafein. Bercampurnya bahan-bahan tersebut akan mempengaruhi denyut jantung, tekanan darah, dan bahkan kondisi mental, khususnya saat dikondumsi dalam jumlah yang sangat besar atau saat dikonsumsi oleh para atlet.
Antara tahun 1997 dan 2010 Higgins dan koleganya mengkaji ulang literatur medis mengenai minuman energi dan bahan-bahan pembentuknya. Beberapa penelitian kecil itu, yang biasanya dilakukan terhadap usia dewasa muda yang aktif dalam kegiatan fisik, menunjukkan bahwa minuman energi dapat meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung. Namun, bukti tentang adanya dampak lebih serius seperti serangan jantung, kejang, dan kematian masih dianggap sebagai anekdot.
Para atlet kerap menggunakan minuman energi untuk menambah dorongan ekstra. Padahal pada dasarnya minuman energi berisiko menimbulkan dehidrasi yang cukup tinggi. Dikarenakan bahan-bahan dan kafein yang digunakan akan mempengaruhi tubhuh manusia yang mengkonsumsi. Sebaiknya sebagai pengkonsumsi tidak lebih dari satu minuman energi per hari dan tidak mencampurnya dengan alkhohol. Selain itu perbanyaklah minum air setelah melakukan olah raga.
Minuman energi tidak boleh dikonsumsi oleh orang yang mengidap hipertensi dan yang memiliki penyakit penyakit jantung sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengkonsumsinya.

0 komentar:

Post a Comment