Wednesday, November 30, 2011

Klasifikasi dan Gejala TBC

Berdasarkan pemeriksaan, Tuberkulosis (TB) dapat di klasifikasikan menjadi:
  1. TB Paru BTA Positif
Disebut TB Paru BTA (+) apabila sekurang-kurangnya 2 dari 3 spesimen dahak SPS (Sewaktu Pagi Sewaktu) hasilnya positif, atau 1 spesimen dahak SPS positif disertai pemeriksaan radiologi paru menunjukan gambaran TB aktif.
2. TB Paru BTA Negatif
Apabila dalam 3 pemeriksaan spesimen dahak SPS BTA negatif dan pemeriksaan radiologi dada menunjukan gambaran TB aktif. TB Paru dengan BTA (-) dan gambaran radiologi positif dibagi berdasarkan tingkat keparahan, bila menunjukan keparahan yakni kerusakan luas dianggap berat.
3. TB Ekstra Paru
TB yang menyerang organ tubuh di luar paru, termasuk pleura yaitu yang menyelimuti paru, serta organ lain seperti selaput otak, selaput jantung pericaditis, kelenjar limpa, kulit, persendian ginjal, saluran kencing, dan lain-lain.
Berdasarkan keparahannya, maka TB dapat dikategorikan ke dalam tingkatan ringan, dan berat. Yang termasuk berat pericarditis, milier, menginitis, TB usus.
Gejala Sistemik Tuberkulosis
Secara sistemik pada umumnya penderita akan mengalami demam. Demam berlangsung pada sore dan malam hari, disertai keringat dingin meskipun tanpa aktifitas, kemudian kadang hilang. Gejala ini akan timbul lagi beberapa bulan kemudian seperti demam, influenza biasa, dan kemudian seolah-olah sembuh tidak ada demam.
Gejala lain adalah malaise (perasaan lesu) bersifat berkepanjangan kronis, disertai rasa tidak fit, tidak enak badan, lemah, lesu, pegal-pegal, nafsu makan berkurang, badan semakin kurus, pusing, serta mudah lelah. Gejala sistemik ini terdapat baik pada TB Paru maupun TB yang menyerang organ lain.
Gejala Respiratorik Tuberkulosis
Adapun gejala repiratorik atau gejala saluran pernafasan adalah batuk. Batuk bisa berlangsung secara terus-menerus selama 3 mingggu atau lebih. Hal ini terjadi apabila sudah melibatkan brochus. Gejala respiratorik lainnya adalah batuk produktif sebagai upaya untuk membuang ekskresi peradangan berupa dahak atau sputum. Dahak ini kadang bersifat purulent.
Kadang gejala respiratorik ini ditandai dengan batuk berdarah. Hal ini disebabkan karena pembuluh darah pecah, akibat luka dalam alveoli yang sudah lanjut. Batuk darah inilah yang sering membawa penderita berobat ke dokter. Apabila kerusakan sudah meluas, timbul sesak nafas dan apabila pleura sudah terkena, maka disertai pula dengan rasa nyeri pada dada.

Monday, November 28, 2011

Manfaat Brokoli Khasiat Sayur Brokoli Bagi Kesehatan


Manfaat Brokoli Khasiat Sayur Brokoli Bagi Kesehatan - Brokoli merupakan nama tanaman sayuran yang memiliki banyak manfaat dan khasiat untuk tubuh dan kesehatan manusia. Tanaman brokoli ini termasuk dalam suku kubis-kubisan. Bagian sayur brokoli yang sering dikonsumsi adalah adalah pada bagian kepala bunga yang warnanya hijau yang taertata rapat menyerupai cabang pohon dengan batang tebal. Ingin tahu mengenai manfaat dan khasiat Brokoli untuk kesehatan tubuh manusia?


Brokoli



Sebagai bahan makanan, sayur brokoli ini biasanya direbus atau kadang dikukus lebih dulu, Namau bisa juga dimakan dalam keadaan masih mentah. Cara yang paling baik ketika akan mengolah brokoli adalah dengan cara dikukus. Maksudnya apa? Tujuan adalah agar semua vitamin serta nutrisi yang penting yanag terdapat di dalam brokoli tidak ikut hilang selama proses pemasakan. Apabila brokoli direbus akan menghilangkan sekitar kurang lebih 50 % asam folat yang terkandung di dalam brokoli. Tapi, seandainya ingin mengolah sayur brokoli dengan cara direbus, disarankan agar brokoli tidak direbus terlalu lama, sebaiknya tidak di rebus lebih dari 5 menit.


Khasiat Dan Manfaat Sayur Brokoli

Salah satu khasiat brokoli adalah untuk mengatasi sembelit. Sayur Brokoli memiliki kandungan nutrisi, fivonoid, serta serat. Pastinya sudah tahu kan kalau serat sangat dibutuhkan oleh tubuh manusai yang tujuannya untuk memperlancar proses pencernaan dan memperlancar BAB. Kandungan serat yang ada pada brokoli ini dapat mencegah terjadinya konstipasi atau yang umum dikenal dengan nama sembelit.

Ada sebuah penelitian mengenai gambaran spesifik kalau brokoli ternyata mampu menekan resiko berbagai gangguan yang terjadi pada pencernaan seperti misalnya maag, infeksi lambung, serta kemungkinan kanker perut. Ada sebuah studi di negara Jepang, para ahli telah menemukan suatau fakta bahwa jika mengonsumsi 70 gram brokoli segar dan dilakukan setiap hari selama 2 bulan dapat melindungi tubuh menusia dari gangguan bakteri perut yang terkait dengan penyakit maag, infeksi lambung, dan kanker perut.

Kandungan Zat yang terdapat dalam sayur brokoli yang paling penting adalah untuk mencegah urusan lambung yaitu sulforaphane juga bisa meningkatkan produksi enzim pada hati. Enzim ini memiliki peran untuk menggandeng bahan-bahan karsinogen (menyebabkan kanker) yang dan mengeluarkannya dari sel. Disamping itu, sulforaphane juga memiliki kemampuan untuk membunuh Helicobacter pylori (yaitu kuman pengganggu kerja lambung). Kalau di tinjau dalam dunia medis, kuman tersebut adalah sebagai penyebab utama terjadinya luka, kanker dan lambung.

Selain untuk masalah lambung, seorang peneliti yang berasal dari Universitas Warwick meyakini kalau sulforaphane memiliki peran penting dalam memulihkan kembali pembuluh darah yang rusak yang di akibatkan karena tingginya kadar gula darah (hiperglikemia), dan ini sangat berkaitan erat dengan diabetes.

Alzheimer merupakan bentuk dementia (berkurangnya ingatan) yang sering ditemui di kalangan orang tua. Sebetulnya sudah ada sejak lama kalau sayur brokoli telah diyakini memiliki peranan sangat penting untuk bisa menyembuhkan penyakit tersebut. Banyak sekali para peneliti yang menduga kalau brokoli mengandung senyawa antiacetylcholinesterase. Dalam sebuah penelitian yang telah dilakukan oleh King College di London, sayur brokoli juga dianggap memiliki sifat antiacetylcholineaterase paling kuat.

Cara Mengambil Manfaat dari Sayur Brokoli

Agar mendapatkan manfaat yang sudah di jelaskan di atas, tentunya tak lantas dengan begitu saja Anda dapat membeli brokoli kemudian mengonsumsinya. Lalu berharap mendapatkan manfaa dan khasiatnya. Untuk mengetahui Brokoli yang bagus brokoli memiliki warna hijau gelap serta memiliki tekstur kasar.

Ada beberapa cara ketika akan mengonsumsi brokoli, hal ini agar Anda tetap mendapatkan manfaat serta khasiat bagi kesehatan. Jika Anda lebih menyukai sayuran segar, brokoli dapat di konsumsi secara langsung. Atau bisa juga di jadikan untuk lalapan dan bisa juga dicampur bersamaan sayuran lain untuk salad. Bisa juga brokoli di buat untuk jus.

Namun jika Anda tak terlalu suka apabila brokoli dikonsumsi langsung, Anda bisa merebus terlebih dahulu sebelum di konsumsi. Tapi harap diperhatikan, agar Anda tak mengukus atau merebus brokoli lebih dari 5 menit di atas air mendidih. Karena kandungan sulforaphane yang terdapat dalam brokoli bisa hilang jika brokoli terlalu lama dimasak atau direbus. Agar diketahui juga, kandungan sulforaphane dalam sayur brokoli segar lebih tinggi nilainya jika dibanding ketika brokoli direbus atau kukus terlalu matang.

Pada waktu mencuci brokoli, sebaiknya dilakukan dengan mencucinya brokoli pada air kran yang dingin. Disamping itu sebaiknya Anda tidak merendam brokoli karena zat aktif maupun nutrisinya yang ada pada brokoli dapat larut dalam air.