Friday, December 9, 2011

Samakah Virus Flu Burung Sama dengan Virus Influenza?

Virus merupakan jenis makhluk hidup peralihan dari benda hidup dan benda mati. Tubuh virus hanya terdiri dari asam nukleat yang mengandung substansi genetik (DNA dan RNA) serta diselubungi oleh protein yang dapat dikristalkan. Salah satu fungsi dari substansi yang terdapat pada virus yaitu untuk bereproduksi. Virus dapat menginfeksi manusia, hewan bahkan bisa menginfeksi tumbuhan. Virus ini mempunyai berbagai jenis, diantara jenis-jenis virus yang paling sering menginfeksi manusia yaitu virus flu
Virus flu bisa dibedakan menjadi dua kategori, diantaranya yaitu virus flu burung dengan virus influenza. Kedua jenis virus flu ini merupakan virus- virus yang berasal dari mutasi satu jenis virus, yaitu virus influenza A. Virus ini mempunyai tingkat mutasi yang sangat tinggi, sehingga mampu menciptakan variasi-variasi virus yang berbeda.
Jika ditinjau dari segi materi penyusun tubuhnya, maka virus influenza dengan virus flu burung ini mempunyai banyak persamaan. Persamaan itu terletak pada komposisi genetik yang menyusun inti tubuhnya. Hampir semua substansi genetik yang terkandung dalam tubuh virus terdiri dari golongan basa ribosa (RNA).
Meskipun kedua virus ini berasal dari mutasi virus yang sama, tetapi virus flu burung dengan virus influenza tetap saja memiliki perbedaan. Terutama dari segi hospes yang diinfeksi. Virus influenza akan cenderung menginfeksi manusia daripada hewan. Serum yang dimiliki oleh virus influenza itu lebih mampu mengadaptasikan diri dengan antibodi yang dimiliki tubuh manusia daripada dengan antibodi hewan.
Jika antibodi pada manusia sedang melemah, maka virus ini akan mudah menyerang manusia. Sedangkan virus flu burung cenderung menginfeksi unggas misalnya ayam dan burung. Infeksi yang disebabkan oleh virus flu burung terhadap unggas ini dapat ditularkan kepada manusia. Penularan dapat terjadi apabila terjadi kontak langsung antara unggas yang terinfeksi oleh flu burung dengan manusia, terutama apabila terkontaminasi langsung dengan lendir atau kotoran yang dikeluarkan oleh unggas.
Infeksi yang ditimbulkan oleh infeksi virus flu burung dengan virus influenza ternyata memiliki perbedaan tersendiri jika dilihat dari segi gejala yang dialami oleh penderita. Pada penderita flu burung biasanya mengalami demam tinggi hingga memcapai lebih dari 380C. Demam ini terjadi pada saat virus flu burung yang menginfeksi manusia sedang mengalami masa inkubasi atau penyesuaian dengan antibodi panderita. Demam ini biasanya diikuti dengan pusing kepala, nyeri otot, rasa sakit pada mata, bahkan bisa juga terjadi sesak napas.
Jika dibandingkan dengan pengaruh dari infeksi yang disebabkan oleh virus flu biasa (virus influenza), maka penderita flu burung ini lebih mengkhawatirkan. Bahwasannya banyak sekali penduduk dunia yang meninggal karena pengaruh infeksi virus flu burung, khususnya di negara-negara Asia Tenggara. Pada dasarnya dampak yang disebabkan oleh infeksi virus influenza ini tidak begitu serius. Mungkin infeksi yang terjadi hanya disertai dengan timbulnya penyakit flu, demam, dan sedikit pusing. Masa inkubasi virus influenza di tubuh manusia hanya berkisar satu minggu saja.

0 komentar:

Post a Comment